Ketika anda memutuskan utk berjalan di alam bebas atau mendaki gunung, pastikanlah dahulu bahwa seluruh barang keperluan akan dibawa dalam satu wadah yang kuat. Kendatipun barang-barang yg dibawa tidak terlampau berat, tetapi percayalah anda akan menangis bila cara membawanya tidak benar. Seperangkat makanan yg dicangking dalam tas pada sebelah bahu misalnya, lama ke lamaan akan merepotkan dan terasa berat. Apa yang terjadi bila perjalanan anda memakan waktu berhari-hari lamanya?
Perlengkapan utk membawa semua barang ketika berjalan atau mendaki gunung ialah ransel. Dengan menggunakan, berat barang-barang dipanggul dan ditahan oleh pundak. Lagi pula, kedua belah tangan bebas dan tak usah memegangi barang-barang tersebut. Marilah kita lihat bagian-bagian ransel yg membuat barang-barang yg dibawa terasa ringan dan nyaman.
Komponen penting pada sebuah ransel adalah ransel adalah sabuk penggendong (shoulder strap). Setiap ransel mempunyai dua buah sabuk penggendong yg menyilang di bahu. Sabuk yg baik adalah yg dilapisi busa atau bahan lembut lainnya, agar beban ransel tidak menyebabkan bahu sakit. Sabuk itu juga harus cukup lebar supaya beban tersebar merata di seluruh pundak. Semua sabuk penggendong yg baik gampang disetel dengan menyesuaikan pada gesper.
Selain sabuk penggendong, ransel yg baik juga mempunyai sabuk pinggang. Sabuk ini membuat ransel menempel mantap di punggung. Tetaoi fungsi yg lebih penting adalah agar berat ransel sewaktu-waktu dapat dipindahkan kepinggang. Dengan menaikan ransel sedikit lebih keatas dan mengencangkan sabuk itu di pinggang, sabuk penggendong mengendor dan bahu atau pundak terbebas dari beban. Ransel dengan sabuk pinggang terutama penting apabila anda membawa beban yg sangat berat.
Secara garis besar, ransel untuk mendaki gunung ada dua macam. Untuk perjalanan satu dua hari, ransel kecil tanpa rangka yg disebut “ruck sack”kerap dipakai. Apabila perjalanan memakan waktu yg lama, misalnya empat hari atau lebih, ransel yg menggunakan rangka logam (biasanya alluminium alloy) akan lebih baik dipakai.
Ransel yg mempunyai rangka bermacam-macam pula jenisnya. Ransel yg biasa dipakai adalah jenis rangka eksterior, yaitu ransel dengan rangka di luar. Dikenal pula jenis ransel dengan rangka interior, yaitu ransel dengan rangka didalam. Rangka interior bias dibentuk dari logam, tetapi ada juga yg memakai sejenis bahan yg elastis dan bias disesuaikan dengan alur punggung pemakainya. Ransel yg terakhir ini sifatnya lebih pribadi, artinya rangkanya dapat disesuaikan dengan punggung pemiliknya, sehingga kalau orang lain memakainya mungkin tidak cocok dan menyakitkan punggung atau pinggangnya.
Rangka berguna utk membuat jarak antara ransel dengan punggung. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga agar benda-benda keras didalam ransel tidak menyakitkan punggung pemakainya. Lagi pula, jarak tersebut menyebabkan udara masuk di antaranya, sehingga punggung tidak lembab oleh keringat.
Ruangan didalam ransel harus luas, sehingga semua barang yg dibutuhkan bias dibawa. Sebagian besar ransel-ransel yg dipakai pendaki gunung mempunyai kantung-kantung di beberapa bagiannya. Kantung-kantung ini berguna untuk meletakan barang-barang yg tidak terlalu besar dan selalu dibutuhkan waktu berjalan seperti jas hujan, kamera foto, makanan kecil dan sebagainya.
Rangka ransel harus sesuai dengan bangun tubuh pemakainya. Ujung bawah rangka tersebut mesti terletak di sekitar pinggang, sedangkan pangkal atasnya harus bermula dari tulang punggung paling atas. Ransel itu sendiri harus terbuat dari bahan yg kuat. Agar lebih ringan, maka nilon adalah bahan yg menguntungkan untuk sebuah ransel. Ransel dari kanvas juga baik, karena bahannya sangat kuat. Tetapi ransel ini terasa berat apabila basah, misalnya karena terguyur air hujan.
Ransel itu sendiri mempunyai disain yg berbeda-beda, masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri. Ada ransel yg terbagi atas dua bagian. Yg masing-masing mempunyai pintu tersendiri, sehingga mempunyai ruangan atas dan ruangan bawah. Pembagian seperti itu memungkinkan anda mengeluarkan barang-barang dibawah tanpa membongkar barang yg diatas. Akan tetapi ransel seperti ini menyebankan benda-benda yg panjang, misalnya tenda, tak dapat diletakkan didalam dengan posisi berdiri sepanjang ransel tersebut.
Ada pula ransel yg hanya mempunyai satu ruangan yg luas dan memanjang. Dengan sendirinya, ransel ini memungkinkan anda utk meletakkan benda-benda yg panjang dalam posisi berdiri. Sebaliknya barang-barang yg diatas terpaksa harus dibongkar terlebih dahulu apabila barang-barang dibawahnya diperlukan.
Untuk menanggulangi kekurangan-kekurangan tersebut, ransel yg dibuat akhir-akhir ini ada yg memakai disain sedemikian rupa, sehingga pintunya dapat dibuka lebar-lebar dan benda-benda dibawah dapat diambil tanpa perlu membongkar benda-benda yg diatas. Pintu tersebut memakai retsleting dan praktis membuka sisi depan ransel secara keseluruhan.
Kenyamanan membawa ransel juga tergantung pada pengepakan barang di dalamnya. Ada beberapa prinsip yg harus dipegang dalam pengepakan:
Prinsip pertama adalah letakan barang-barang yg berat dibagian atas dan barang-barang ringan dibagian bawah. Ini penting dilakukan agar berat seluruh beban jatuh di pundak, bukan di pinggang atau punggung. Pundak lebih kuat ketimbang pinggang atau punggung. Bagilah berat itu secara merata di sebelah kiri dan kanan, jangan menyiksa salah satu bahu dengan berat yg tak seimbang.
Prinsip kedua adalah letakan barang-barang yg dibutuhkan dalam perjalanan di bagian atas. Sedapat mungkin kelompokan barang-barang tersebut menurut fungsinya, lalu letakkan bersama-sama menurut tingkat kebutuhannya. Perlengkapan tidur misalnya , diletakan paling bawah, karena baru akan digunakan pada waktu malam hari. Pakaian diletakkan di atasnya. Barulah kemudian masukkan perlengkapan masak dan makanan. Tenda diletakkan paling atas, sebab selalu lebih berat. Juga juga karena harus dipasang terlebih dahulu pada waktu akan berkemah.
Prinsip ketiga adalah memanfaatkan ruangan yg ada didalam ransel seefisien mungkin. Maksudnya, kalau misalnya ada panci di dalam ransel, jangan biarkan ruangan didalam panci kosong. Isilah ruangan itu dengan benda-benda lain yg dapat masuk, misalnya beras dan telur. Demikian pula bila ada cangkir, isilah dengan benda-benda kecil yg mungkin masuk misalnya bungkusan gula atau kopi.
Penampilan anda ketika mendaki gunung seringkali pertama-tama dilihat dari ransel yg dibawa. Tidak berarti bahwa ransel itu harus terbuat dari bahan yg mahal dan asal luar negeri. Bagaimana anda mengepak barang-barang dan memasukkannya kedalam ransel sehingga bentuk ransel itu rapih dan bagus, inilah yg penting. Jadi, ransel yg bentuknya kacau karena mengepaknya sembarangan, memberi penilaian tersendiri bagi pendaki yg membawanya. Lebih-lebih apabila ransel itu penuh digantungi bermacam-macam barang, padahal tampak bahwa ransel itu masih “kempes “. Sungguh menggelikan bila terlihat ransel yg digantungi kompor, panci “pntat hitam”, jeriken, dan mungkin banyak lagi.
“Mengepak adalah suatu seni,” ini kata pendaki-pendaki gunung berpengalaman. Lagi pula gantungan-gantungan itu dapat tersangkut di cabang-cabang pohon sepanjang jalan, sehingga tentunya akan mengganggu sekali, kalau tidak dapat dikatakan berbahaya.@
No comments:
Post a Comment